CURIOSITY

My curiosity like a hungry shark!

Lagi suka aja sama lagunya. Gak ada maksud apa-apa. Sungguh. Iyain aja biar cepet. “Melewatkanmu, by Adera Ega”.

Apa yang kita tanam, itu yang kita petik.

Saya hanya sedang mengingat satu kejadian yg pernah terjadi dalam hidup saya. Kurang lebih satu tahun yang lalu. Saya awalnya gak pernah ngerti kenapa semua itu bisa terjadi kepada saya dan awal masalahnya itu kenapa, tapi seiring waktu berjalan saya tau hikmah apa aja yg bisa saya ambil. Saya memang agak tertutup soal masalah ini. Dan disini saya cerita lumayan agak lengkap.

Saya pernah merasakan ditendang dari pertemanan yang sangat erat, bahkan yg sudah saya anggap sahabat-sahabat saya. Dengan mereka saya merasakan hal yg tidak pernah saya rasakan dgn teman-teman saya yg lain, dgn mereka saya bisa tau banyak hal yg dulunya tidak pernah saya tau, dgn mereka saya bahagia. Tapi dibalik itu semua ada beberapa dari mereka yg mungkin tidak suka dgn saya. Hingga terjadilah satu masalah yg tidak pernah saya tau awalnya bagaimana dan kenapa mereka berbuat demikian kepada saya. Hati saya sakit kala itu, tapi saya berusaha tahan karena mereka pun masih berlaku baik kepada saya. Tapi mungkin memang apa yg ditutupi akan terlihat juga, akhirnya saya tau. Padahal satu minggu yg lalu kala itu kita masih nonton dvd sama2, semuanya baik2 aja dan ternyata minggu berikutnya kita seperti sedang saling membunuh. Ya saya sempat ingin berontak tapi entahlah rasanya berat untuk berontak dan marah sama mereka yg sudah lumayan lama selalu bersama dgn saya. Kita pernah nangis sama2, ketawa lepas, liburan bareng, semuanya kayak mimpi buat saya. Mereka kayak udah gak pernah ingat lagi masa2 itu. Lalu sekitar 3 bulan setelah itu, ada diantara mereka yg dulu dekat sekali dgn saya, selalu bersama saya. Dia cerita semua kejadian sebenarnya, dari awal hingga akhir. Entahlah rasanya saya dengar itupun seperti udah mati rasa, saya udah ngelupain semuanya, toh yg dulu udah pergi gak akan bisa kembali lagi. Saya pun udah memulai semuanya dari awal ditempat lain. Saya berdiri pelan-pelan sendiri. Tapi di dalam hati saya sungguh saya udah maafin mereka. Lalu teman saya itu bilang dia mau kok cerita yg sebenarnya sama seseorang yg udah mereka bawa2 kedalam masalah ini. Orang yg jauh, yg seperti kecipratan salah paham. Tapi saya bilang kalau semuanya udah kelar, semuanya udah selesai. Gak ada yg perlu di klarifikasi. Karena saya pun tau ada satu kesalahan saya juga sama dia, dan mungkin atau bahkan memang dia terganggu sama kehadiran saya. Dan akhirnya sampai sekarang hubungan saya dengan teman-teman saya itu sudah membaik, tapi ada beberapa yg seperti sudah tidak kenal lagi, seperti kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Sekarang setiap mengingat mereka saya terkadang sedih sendiri dan sering mengingat masa-masa bersama mereka. Apalagi kalau orang tua saya nanya tentang apa kabar mereka sama saya apakah saya masih berhubungan dgn mereka dan lain-lain, jawaban saya seadanya saja tapi hati saya terkadang sedih. Terlebih lagi kalau saya ingat yg berhubungan dgn “dia” yang jauh di kota lain itu, rasanya sangat singkat untuk bisa mengenal dia. Rasanya seperti saya baru saja ingin memulai tapi sudah berakhir, perasaan saya seperti layu sebelum berkembang. Ya saya telah kalah bahkan jauh sebelum mulai angkat senjata. Saya sedih jujur saya sedih, rasanya hati saya sakit tapi saya nggak bisa nyalahin siapa-siapa. Kalaupun memang ada yang salah, ya mungkin saya yang salah. Tanpa permisi masuk ke hidup orang lain, dan jatuh cinta. Tapi, saya rasa jatuh cinta pada dia pun bukan sebuah kesalahan. Ya tidak ada yg salah, mungkin memang harus begini jalannya.

Terkadang saya suka tidak sengaja melihat status teman-teman saya di twitter, dan beberapa hari ini saya sering melihat tweet mereka seperti ada yang sedang sedih karena tidak dianggap sama temannya, ada yang merasa teman2nya tidak bisa menerima mereka apa adanya, ada yg tidak bisa ikhlas dan sabar karena disakitin, ada yang merasa sekarang tahu mana kawan mana lawan. Melihat itu semua saya seperti flashback satu tahun lalu, apa yang pernah mereka lakukan kepada saya. Saya tidak marah, ataupun senang melihat mereka sedih. Dalam hidup kita pasti emang ada aja yg suka dan nggak suka sama kita. Sekarang saya tahu kalau apa yg kita petik, itulah yg dulu pernah kita tanam. Dan saya hanya sadar mengapa Tuhan menciptakan bumi itu bulat.

Hanya Isyarat

Dia bukanlah pembicaraan. Dia adalah tujuan. Tujuanku bertahan.

Akan kuselundupkan tiga perempat jiwaku untuk merasukinya, membaca pikirannya, memata-matai perasaannya.

Aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja.

Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya.

Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar.

Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

Kalau sampai ia berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.

Aku hanya ingin kembali ke tempatku, di belakang sana. Menikmati apa yang kusanggup.

Nikmati bayangmu. Itulah saja cara yg bisa untuk ku menghayatimu, untuk mencintaimu.

Sesaat dunia jadi tiada, hanya diriku yang mengamatimu, dan dirimu yang jauh di sana.

Ku tak kan bisa lindungi hati. Jangan pernah kau tatapkan wajahmu. Bantulah aku semampumu.

Rasakanlah isyarat yang sanggup kau rasa tanpa perlu kau sentuh.

Rasakanlah harapan, impian, yang hidup hanya untuk sekejap.

Rasakanlah langit, hujan, detak, hangat napasku.

Rasakanlah isyarat yang sanggup kau tangkap tanpa perlu kuucap.

Rasakanlah ruang, waktu, puisi. Itulah saja cara yang bisa utk ku menghayatimu. Untuk mencintaimu.


—DEE

Buku-buku kubaca tuk pelajari dirimu, jelajahi hatimu

Begitu sulit tuk kupahami, cukup luas tuk menyesatkanku dihatimu

Hatimu adalah padang pasir tak berujung

Dengan banyak oasis, walau sering diamuk badai

Hatimu adalah savana tak bertepi

Dengan banyak kompetisi, tempat banyak dunia berlari

Hatimu, padang pasir kucari oasis

Hatimu, tempat aku berlari,

duniaku berlari,

bebas.

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup. Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan….

Aku tersesat… Semoga ada bintang, penunjuk jalan, remah roti… apapun yang bisa membawaku keluar dari sini. Duniaku berubah, mungkin memang harus begini, mungkin harus ini jalannya, meski semua kelihatan baik-baik saja, aku merasa tersesat.

Sajak Untuk Ainun Dari Habibie

Ainun,
Hari ini, tepat 50 tahun dan 8 menit yang lalu, kita bertatap muka
Tanpa direncanakan mata kita bertemu, bagaikan kilat menyambar
Memukau, mempesona “Getaran Cinta”, bagian dari “Getaran Jiwa”
Alunan getaran yang tinggi, berirama denyutan jantung dan tarikan nafas
Tak terkendali mengkalbui diri kita sepanjang masa sampai akhirat

Sekarang 50 tahun dan 8 menit kemudian, berkunjung ke Taman Makam Pahlawan
Tempat peristirahatan ragamu, Getaran Cinta dan Getaran Jiwa kita telah menyatu
Memukau, mempesona berirama denyutan jantung dan tarikan nafas yang tinggi
Memanjatkan do’a kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa telah memanunggalkan kita
Karena Cinta kita paling suci, murni, sejati, sempurna dan abadi sampai akhirat



Jakarta, Rabu 7 Maret 2012 jam 10:08,

Bacharuddin Jusuf Habibie
Taman Makam Pahlawan Kalibata

CINTAI IA DALAM DIAM

Jika kau mencintai seseorang, maka cintailah ia dalam diam. Diammu memberikan makna bahwa kau tak akan pernah merusak dan mengganggunya sebelum saat itu tiba.  Diammu adalah pertanda, kau siap mencintainya tanpa resiko. Karena dia bukan tak bisa kau jangkau, hanya kau mengulur waktu menemuinya. Dengan begitu, cinta untuknya semakin lama semakin besar, hingga pada akhirnya, tatkala kau ingin mengungkapnya, cinta itu akan tiba dan hinggap dengan indah, penuh kejutan, dan debar hati yang kian bertalu tak menentu.

Tapi, kau harus bersiap jika cinta itu ternyata harus kau lepaskan dalam diam pula, dalam senyap, dalam keheningan yang tak bisa orang lain pahami.

Kelak, kau akan dapatkan, diammu telah jauh melebihi emas. Kau hanya harus mempercayainya saja. Hanya itu.

Itu lebih dari cukup.

Tentangmu Saja Dulu

Apa yang terpikir di duniamu, kini?

Aku tak tahu. Tak pernah tahu.

Aku masih di sini, tentu saja. Menggenggam separuh harapan yang seringkali senyap, seringkali lenyap. Untuk sebuah titik terang di depan, aku masih belajar merangkak membenahi langkah. Entah bagaimana tibanya. Entah harus seperti apa.

Aku mendengar kabarmu dari dinding jendela. saat sebuah isi hati terlempar, dan aku hanya bisa mengatakan bahwa aku baik-baik saja.

Selamat karena ada satu mimpi yang berhasil kau capai lagi. Aku senang tentu. Dan untuk itu, kuhadiahi kau sepaket doa dan harapan baru…
yang aku tak tahu apakah aku masih pantas untuk itu

“Aku mencintainya..

Di depannya aku menjadi diriku sendiri
Seperti airmu yg selalu membawa semua pesanku

Diapun begitu…
Membuatku hanyut oleh sorot matanya
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya
Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya
Bahkan untuk sekedar bilang
Rindu..
Atau butuh..

Banyak yang tidak mengerti
Lalu terluka dan saling menyalahkan
Karena itu aku takut bicara tentang hati
Maka ku tuliskan saja
Lalu kusimpan dan mungkin ku kirimkan ke… entah kemana”

Malam ini hanya kamu yang membuatku tetap terduduk.

Menulis sepenggal rasa yang tak pernah ku mengerti.

Kamu membuat segalanya lebih berwarna.

Kamu membuatku tidak takut untuk menjadi diriku sendiri.

Aku mungkin salah satu perempuan yang terjebak dalam cerita hidupmu.

Dan masih mencari-cari peran apa yang aku mainkan.

Bumi ini berputar, segalanya akan berubah.

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi esok.

Aku hanya berharap kamu akan menemukanku.

Selamat malam huruf A.

SESAL

Apa kabar gerangan yang tak terlupakan ?

Banyak untaian kata yang belum sempat di ungkapkan

Miris, ketika semuanya pergi dengan kalah

Mengalah katanya untuk pencapaian

Tetapi ini justru membuat segalanya gelap

Dan tentunya kini lebih tidak berakal sehat

Saya harus menemukan arah untuk berlabuh

Tentu nya kepada yang saya cintai

Bagaimana ini bila hari esok tak kan datang?

Bagaimana ini jika cuaca tidak berkerabat ?

Bagaimana ini kalau tak ada masa tujuan ?

Tak sanggup hati ini menapakkan rasa

Bantu saya jika memang katanya mapan

Bahwa sebenarnya saya tak tahan

Sekian

Maudy Ayunda

—Tahu Diri

I do love song. I feel like I’m the lead character. Haha yes, now I’m feelin’ the same thing with this song. Find the right song and it will understand me. :’D

Tahu Diri - Maudy Ayunda

Hai selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini

Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil 
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama 
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu 
Lebih baik kau tiada di sini

Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan segala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa

Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil 
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama 
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku telah berjanji menyerah

:* <3

:* <3